Melirik Stasiun-stasiun Cantik Metro Rusia (Bagian 1)

Mass Rapid Transportation (MRT) atau Moda Raya Terpadu -padanan resmi istilah MRT dalam Bahasa Indonesia-, telah lama menjadi bagian penting dari sistem transportasi di banyak negara-negara maju di dunia.

Sistem transportasi berbasis rel ini terbukti paling efektif dan efisien untuk mengatasi kendala kemacetan lalu lintas berkat kemampuannya mengangkut banyak penumpang dengan akurasi waktu yang cukup presisi.

DSC00078

Stasiun Metro di Kota Paris, Prancis

Di beberapa kota, MRT disebut dengan nama berbeda, di antaranya Underground/Tube (London), Subway (New York), atau Metro (Paris, Moscow, Saint Petersburg).

Saat berada di Saint Petersburg dan Moscow, Rusia, beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi sejumlah stasiun utama Metro Rusia  yang dianggap sebagai salah satu sistem MRT dengan stasiun-stasiun yang memiliki desain dan interior paling menawan di dunia.

Berikut catatannya.

TENTANG METRO RUSIA

Rusia, sebagai salah satu negara maju, telah membuka layanan MRT yang dikenal dengan sebutan Metro Rusia sejak tahun 1935. Saat ini, layanan kereta bawah tanah tersebut telah tersedia di 9 kota besar di Rusia. Umumnya, Metro Rusia beroperasi setiap hari dari pukul 05.30 pagi hingga pukul 1 dini hari.

Salah satu yang menarik dari Metro Rusia adalah arsitektur dan interior stasiun-stasiunnya yang sangat cantik dan mentereng. Setiap stasiun dirancang dengan tema tertentu, disertai ornamen, penerangan, dan hiasan yang sesuai dengan tema tersebut.

Jika di Jepang, Singapura, atau Amerika stasiun MRT didesain sederhana dengan grid-grid lurus dan kotak-kotak datar, maka stasiun-stasiun Metro Rusia berani tampil beda.

IMG_7075

Stasiun Metro Washington DC, Amerika Serikat

Jangan heran jika Anda dapat menemui lampu hias, patung-patung, atau ukiran-ukiran dengan detail paripurna terpasang di setiap stasiun. Hal inilah yang menjadikan Metro Rusia sebagai salah satu objek yang wajib dicoba oleh pelancong yang tengah berkunjung ke sana.

JALUR METRO RUSIA

Di kota Saint Petersburg dan Moscow, jalur Metro telah mampu menjangkau sebagian besar titik-titik keramaian. Akibatnya, Metro menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian di dalam kota.

Di kota Moscow, jaringan yang kompleks tersebut dihubungkan dengan satu jalur  MRT melingkar yang berada di tengah-tengah jaringan Metro. Keberadaan jalur melingkar ini memperpendek jarak tempuh bagi penumpang yang hendak berpindah dari satu jalur ke jalur lainnya.

AKSES MASUK STASIUN

Tampilan luar stasiun-stasiun Metro Rusia terlihat sangat biasa, seperti gedung-gedung kebanyakan. Keberadaan stasiun Metro Rusia sendiri bisa diketahui dari logo huruf “M” besar berwarna merah yang biasanya dipasang di dekat pintu masuk stasiun Metro.

P1010918

Tipikal Bentuk Luar Stasiun-stasiun Metro di Rusia

Saat memasuki lobi stasiun, suasana berbeda mulai terasa. Lobi stasiun umumnya memiliki langit-langit tinggi, dengan pilar-pilar dan kubah yang membuat ruangan tersebut terasa lapang dan lega.

P1010919

Tipikal Lobi Stasiun Metro Rusia

Bagian dalam stasiun dapat dicapai penumpang dengan turun ke bawah tanah menggunakan eskalator yang tersedia di setiap stasiun. Mengingat lokasi stasiun yang cukup jauh di bawah permukaan tanah, panjang eskalator yang dipasang pun disesuaikan dengan kedalaman stasiun tersebut.

20150326_151207

Eskalator Menuju Stasiun Bawah Tanah

Calon penumpang dapat membeli tiket Metro dalam paket-paket perjalanan terpisah. Tiket termurah untuk 1 kali perjalanan dijual seharga 55 rubels atau Rp12.500,00, sedangkan paket tertinggi dijual seharga 1765 rubels atau Rp400.000,00 untuk 60 kali perjalanan.

P1010308

Tiket Dapat Dibeli Secara Otomatis (Mesin) dan Manual (Ticket Counter)

Dulu, Metro Rusia menggunakan tiket kertas dan koin token yang harus dimasukkan calon penumpang ke tempat yang disediakan saat hendak menuju peron. Namun, saat ini sebagian besar Metro Rusia (terutama di Moscow) sudah menggunakan tiket elektronik berupa kartu yang cukup ditempelkan pada mesin tap yang terpasang pada gate.

P1010307

Gate Tempat Memasukkan Token Sebelum Menuju Peron

Satu hal yang menjadi tantangan saat menggunakan Metro Rusia adalah penggunaan aksara Cyrillic (aksara khas Rusia) di papan-papan informasi dan peta Metro. Jika tidak teliti memperhatikan bentuk huruf dari nama stasiun yang dituju, bisa-bisa Anda salah tujuan dan malah tersesat, seperti yang saya alami beberapa kali.

P1010328

Hampir Semua Informasi Ditulis Dalam Aksara Cyrillic

BENTUK KERETA

Tidak ada yang istimewa dari bentuk kereta Metro Rusia. Desain kereta terkesan sederhana, dengan bentuk kotak dan ornamen seadanya. Kebanyakan kereta dicat biru keunguan dengan sedikit variasi pola garis berwarna kuning pada bagian dinding luar. Beberapa kereta lainnya dibiarkan berwarna perak metalik tanpa ornamen tambahan, menyerupai kereta jaringan subway di New York.

P1010326

Bentuk Kereta Metro Rusia

Bagian dalam kereta juga terlihat lebih mengutamakan sisi fungsional ketimbang penampilan. Interior kereta dicat minimalis, dengan dinding dan plafon berwarna terang yang senada. Kereta Metro Rusia juga dilengkapi Wifi untuk mengakses internet, sementara pada stasiun Metro-nya sendiri akses Wifi tidak tersedia.

P1010903

Suasana Di Dalam Metro Rusia

Nama-nama stasiun Metro di Rusia kebanyakan berakhiran “kaya”. Kata ini dalam bahasa Rusia menggambarkan genre feminin (Bahasa Rusia menyerupai Bahasa Prancis, menggunakan gender untuk kata benda). Akhiran “kaya” ini sendiri secara sederhana bisa ditafsirkan sebagai “of” atau “belongs to” dalam Bahasa Inggris.

STASIUN METRO SAINT PETERSBURG

Jalur Metro di Saint Petersburg dibuka pertama kali pada tahun 1955. Dengan jumlah penumpang yang dilayani mencapai 2,5 juta orang setiap harinya, Metro Saint Petersburg menjadi sistem Metro tersibuk ke-12 di dunia. Saat ini, Metro Saint Petersburg memiliki 5 jalur dengan total 67 stasiun dan 3500 gerbong kereta. Panjang jalur yang tersedia adalah 113 kilometer.

Selain sangat berguna untuk menghindari kemacetan, menggunakan Metro juga merupakan salah satu cara paling murah untuk berkeliling Saint Petersburg. Tarifnya sama (flat) tanpa melihat jarak yang ditempuh penumpang, sehingga jauh lebih hemat dan efisien ketimbang moda transportasi lainnya.

Berikut beberapa stasiun Metro dengan desain memukau di Saint Petersburg.

1. Stasiun Ploshchad Vosstaniya

P1010319

Lampu yang Dipasang di Sepanjang Lengkungan Langit-langit Menghasilkan Efek yang Menarik

Stasiun ini didedikasikan untuk memperingati Revolusi Politik di Rusia yang terjadi pada bulan Oktober tahun 1917. Nama stasiun ini sendiri berarti Square of the Revolt atau Alun-alun Pemberontakan. Stasiun ini berada persis di bawah Vosstaniya Square, sebuah bundaran besar dengan satu obelisk berdiri di tengahnya.

Stasiun ini dihiasi dengan relief-relief bertema Lenin -pemimpin besar dalam sejarah Revolusi Rusia- yang sedang berpidato di hadapan rakyatnya. Cat putih di stasiun ini terlihat kontras dengan lantainya yang terbuat dari marmer coklat serta ukiran-ukiran yang berwarna emas.

Anda dapat membaca cerita saya saat berhasil menziarahi jenazah Lenin yang diawetkan dalam Lenin Mausoleum di pusat kota Moscow di sini.

2. Stasiun Pushkinskaya

20150326_144146

Setiap Lampu Dihiasi Dengan Tiga Tombak dan Perisai

Sesuai namanya, stasiun Metro ini didesain untuk menghargai salah satu penulis Rusia bernama Alexander Pushkin yang terkenal dengan puisi-puisinya.

Jika lampu-lampu di stasiun lain umumnya dipasang di langit-langit yang melengkung, seluruh lampu di stasiun ini dipasang pada tiang-tiang vertikal yang ditopang oleh tombak dan perisai berukir.

Kemegahan stasiun ini semakin lengkap dengan adanya patung Pushkin yang diukir dari marmer putih dan dipasang di bagian ujung stasiun.

20150326_144138

Patung Marmer Pushkin, Sang Penyair

3. Stasiun Narvskaya

20150326_142851

Lampu Kotak-kotak Menambahkan Nuansa Futuristik di Stasiun yang Bertema Klasik

Untuk memperingati keberhasilan Rusia mengalahkan serangan Napoleon pada tahun 1812, pemerintah Kerajaan Rusia pada masa itu membangun gerbang bernama Narva Triumphal Gate. Stasiun Metro Narvskaya tepat berada di bawah lokasi gerbang tersebut.

Stasiun ini adalah salah satu stasiun yang bertema Uni Soviet dengan relief-relief bertema petani, pelajar, dokter, pekerja, dan nelayan terpasang pada kolom-kolom raksasa berlapis marmer berwarna krem.

20150326_143103

Kereta Metro di Peron Stasiun

4. Stasiun Kirovsky Zavod

P1010340.JPG

Setiap Ukiran Kuningan Menggambarkan Bermacam Jenis Industri di Rusia

Stasiun ini dibangun dengan desain yang menggambarkan perkembangan industri pada masa-masa Sosialis berjaya. Kolom-kolom stasiun dilapisi dengan marmer kelabu dengan ukiran kuningan bertema jenis-jenis industri yang berjaya di masa Uni Soviet, seperti industri baja dan batu bara.

Untuk memastikan pencahayaan yang memadai, lampu penerang stasiun dipasang dengan formasi grid 3×3 pada setiap section ruangan. Terdapat juga patung Lenin setengah badan yang dipasang di ujung stasiun.

5. Stasiun Avtoto

20150326_140211

Istana di Bawah Tanah

Saat pertama kali menyinggahi stasiun ini, satu pertanyaan terlintas di pikiran saya:

“Ini stasiun kereta atau istana?”

Dinding dan langit-langit dicat dengan warna putih gading. Seluruh permukaan lantai dipasangi marmer berwarna senada. Terdapat 46 kolom yang menopang stasiun ini, 30 di antaranya dibuat dari marmer, sedangkan 16 lainnya terbuat dari beton dengan dekorasi ukiran kaca.

Seakan belum lengkap, beberapa panel ukiran kuningan di pasang di dinding stasiun. Langit-langit stasiun juga diukir dan dipasangi chandeliers layaknya ballroom sebuah istana. Sekilas mengingatkan saya pada ruang-ruang mewah di Winter Palace, Saint Petersburg.

P1010338

Lampu Hias Mewah di Langit-langit Stasiun

6. Stasiun Admiralteyskaya

P1010357

Pilar-pilar Hitam Terlihat Kontras Dengan Interior Stasiun yang Berwarna Coklat dan Putih

Stasiun ini merupakan stasiun paling dalam di Saint Petersburg. Untuk mencapai stasiun ini, penumpang harus turun ke kedalaman 86 meter (kira-kira setinggi gedung 20 lantai) dari permukaan tanah.

Posisinya yang berada jauh di dalam tanah tersebut menjadikan stasiun ini sebagai stasiun Metro terdalam nomor 3 di dunia, sesudah Metro Pyongyang (Korea Utara, 109 meter) dan Metro Kiev (Ukraina, 105 meter).

Stasiun ini didedikasikan kepada para pelaut dan angkatan laut Rusia. Di bagian ujung stasiun terdapat satu mozaik besar berlatar warna emas, yang menggambarkan keperkasaan angkatan laut Rusia.

P1010354

Kolase Bertema Angkatan Laut Rusia

Ternyata, tidak hanya stasiun-stasiun Metro di kota Saint Petersburg yang berpenampilan cantik. Moscow, sebagai ibukota Rusia, juga tidak mau kalah. Kota ini juga memiliki stasiun-stasiun Metro yang memesona dengan segala kemewahannya.

Simak kelanjutan perjalanan saya menjelajahi stasiun-stasiun Metro Rusia di kota Moscow dalam Melirik Stasiun-stasiun Cantik Metro Rusia (Bagian 2).