Memupuk Penghargaan

IMG_1380

Dulu, di masa-masa awal bekerja, setiap kali berbelanja ke minimarket, saya selalu memperhatikan tanggal kadaluarsa, kemudian memastikan harganya. Sebelum membayar, harus dipastikan bahwa total harga barang yang dibeli masih berada dalam kisaran budget yang dimiliki. Tidak boleh lebih. Maklum, hidup di rantau dengan penghasilan pas-pasan tidak memungkinkan untuk sembarangan membeli barang. Salah-salah uang yang ada tidak mencukupi untuk menutupi biaya bulanan. Saya jadi belajar menghargai nilai setiap rupiah yang saya keluarkan.

Dulu, saat masih kuliah atau di masa-masa awal bekerja, seringkali saya harus menyisihkan uang cukup lama agar bisa membeli barang yang diinginkan. Saya masih ingat saat kuliah dulu, untuk membeli kaset atau buku yang diinginkan, saya harus menabung beberapa waktu, sambil senantiasa was-was, takut barangnya laku dan stoknya habis. Saya, sejak itu, belajar menghargai nilai sebuah barang.

Sekarang, sedikit berbeda. Saya bersyukur saat ini saya sudah memperoleh pekerjaan yang lumayan dengan penghasilan yang lumayan pula. Sekarang, saya sudah memiliki sedikit penghasilan untuk ditabung, digunakan untuk membeli kebutuhan sendiri, serta untuk berbagai keperluan lainnya. Untuk itu, saya bersyukur luar biasa.

Sekarang, saat membeli barang di minimarket. Saya tidak terlalu memusingkan soal berapa besaran yang harus dibayarkan. Demikian juga setiap kali hendak membeli buku, atau barang yang saya inginkan. Selama masih masuk akal, saya tinggal membayarnya.

Hanya saja buat saya, kondisi seperti ini kadang-kadang menimbulkan efek. Saya merasa mulai kehilangan penghargaan terhadap suatu barang. Jika dulu, buku atau barang yang saya beli akan saya rawat sebaik-baiknya karena saya tahu betapa sulitnya mendapatkannya. Namun saat sesuatu bisa didapatkan dengan mudah, nilai penghargaan kita terhadap sesuatu itu menjadi berkurang.

Bukan berarti saya mengharapkan kondisi kembali seperti saat susah dulu. Tidak. Saya hanya berharap, seiring berjalannya waktu, saya bisa lebih bijak dalam memaknai setiap hal. Menghargai dan memahami bahwa suatu hal tidak diperoleh dengan gampang. Meyakinkan diri saya untuk berkomitmen menjaga apapun yang sudah diberikan kepada saya, serta apapun yang saya miliki, baik yang diperoleh dengan bersusah-payah maupun yang diperoleh dengan mudah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s