Menyoal Eskalator

20150326_151207

Setiap kali menggunakan eskalator atau elevator, saya melihat banyak dari kita yang belum paham atau tidak tahu bahwa menggunakan eskalator dan elevator juga ada adab dan sopan santunnya.

Kita sering melihat, mereka yang menunggu di luar elevator ingin segera masuk, sementara yang berada di dalam elevator ingin segera keluar. Akibatnya, mobilisasi keluar masuknya orang di elevator menjadi amburadul.

Padahal adab sederhana dalam menggunakan elevator adalah selalu biarkan orang yang di dalam elevator keluar terlebih dahulu, baru kemudian mereka yang menunggu di luar dapat masuk ke dalam elevator. Sayang sekali banyak yang tidak tahu.

Hal serupa juga berlaku pada saat menggunakan eskalator.

Kadang, saat terburu-buru, saya sering kesal karena saya tidak bisa bergegas melangkah di eskalator karena dihalangi oleh pengguna di depan saya. Seringkali mereka adalah pasangan yang sedang berpelukan mesra, bercanda atau malah berfoto berdua.

Padahal menggunakan eskalator pun ada aturannya: berdirilah di sebelah kiri eskalator, dan kosongkan lajur kanan.

Lajur yang dikosongkan boleh jadi berbeda di negara-negara berbeda. Di inggris dan Singapura misalnya, lajur yang dikosongkan adalah lajur kanan. Namun, di beberapa negara lainnya, lajur kirilah yang dikosongkan.

Meskipun demikian, intinya tetap sama: kosongkan salah satu lajur sebagai akses bagi orang yang sedang terburu-buru.

Sementara di Indonesia, aturan ini adalah konsep alien yang tidak dikenal.

Memberi ruang kosong di salah satu sisi lajur eskalator/tangga/koridor akan menutup kemungkinan penggunanya untuk berdiri bersisian di eskalator, travelator, koridor, atau tangga yang sama, seperti yang umumnya dilakukan muda-mudi berpacaran.

Lajur kanan harus dikosongkan karena diperuntukkan bagi mereka yang terburu-buru dan perlu bergegas, biasanya mereka yang diburu waktu akan menggunakan eskalator seperti menaiki tangga biasa; meskipun eskalatornya berjalan, namun mereka tetap melangkahkan kaki dan melompati anak tangga demi mengejar waktu.

Akan menyulitkan jika ada yang berdiri santai sambil berpelukan di lajur kanan kan?

Mudah-mudahan suatu saat kita semua bisa memahami adab sederhana ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s